Sabtu, 30 Juli 2011

Robert & Lea Sutanto - Penuhiku Lyrics

Lirik Lagu Rohani Kristen
Lirik Penuhiku oleh Robert & Lea Sutanto

S'perti rusa rindu sungaiMu
Begitulah jiwaku
Ya, Roh Kudus penuhi aku
Dengan urapan baru

Reff:

Penuhiku, penuhiku
Dengan hadiratMu
Urapi ku, urapiku
dengan minyak kudusMu


Surround Me

As the deer pant for the water
So my soul thirst after You
Holy Spirit come nad touch me now
With Your mighty power on me

Reff :
Surround me surround me
With Your presence Lord
Anoint me anoint me
With Your precious oil on me

NKB. No.150 – Di Seb’rang Sana Lyrics

Lirik Nyanyian Kidung Baru 150 Di Seb’rang Sana

1. Di seb’rang sana pagi yang ceria,
bersama Tuhan selamanya.
Berakhir sudah kerja di dunia,
di seb’rang sana, neg’ri baka.

2. Di seb’rang sana azab tiada,
badai dan kabut telah lenyap.
Hari bahagia tidak bertara;
di seb’rang sana damai tetap.

3. Di seb’rang sana ‘ku dibimbingNya,
kepada Bapa yang ‘ku sembah.
Hadirat Allah yang mahamulia
bahagianku selamanya

4. Di seb’rang sana kita berjumpa
dengan kekasihh yang t’lah menang.
Kita bersatu senantiasa;
di seb’rang sana, fajar cerlang.

NKB. No.149 – Ku Ini Adalah Musafir Lyrics

Lirik Nyanyian Kidung Baru 149 Ku Ini Adalah Musafir

1. Ku ini adalah musafir yang dibuana berlelah.
Di negeri yang aku tuju tiada duka dan kesah.
Di sana akan ‘ku jumpai taulanku yang dulu pergi.

Refrein:
‘Ku seberangilah sungai Yordan, ke neg’riku yang berseri.

2. Awan gelap menyelubungku, jalan berduri dan terjal.
Namun ‘ku lihat di depanku neg’riku indah dan kekal.
Di sana tiada air mata, tiada orang bersedih.

3. Akan ‘ku puji nama Yesus yang memanduku di gelap.
Bersama handai menyanyikan puji-pujian menggegap.
‘Kan ‘ku kenakanlah mahkota yang oleh Tuhan diberi.

NKB. No.148 – Ku Tahu Negeri Terang Lyrics

Lirik Nyanyian Kidung Baru 148 Ku Tahu Negeri Terang

1. Ku tahu negeri terang,
kudus penduduknya;
tiada malam yang kelam,
derita pun enyah.

2. Kembang tak layu s’lamanya,
harinya pun cerah;
yang bagi kita di dunia
sang maut pemisahnya.

3. Tetapi di tepi Yordan
manusia resah
dan takut akan tenggelam,
tak mau mengarungnya.

4. Haruslah ragu dan segan
dijauhkan segera:
‘kan nampaklah dengan
terang neg’ri bahagia

NKB. No.147 – Bagai Rusa Berteriak Lyrics

Lirik Nyanyian Kidung Baru 147 Bagai Rusa Berteriak

1. Bagai rusa berteriak
cari sumber air sejuk,
demikian pun jiwaku
menjerit kepadaMu.
Akan Allah abadi
hausku tiada terperi.
Bilakah tiba waktuku
melihatMu, ya Allahku?

2. Siang malam air mataku
adalah makananku,
kar’na orang menghujatku:
Hai, di manakah Allahmu?
Dan teringatlah terang,
dengan girang dan senang
aku pimpin ‘kan mereka masuk
ke rumah Allahnya.

3. Apakah sebab ‘kau tunduk
dan gelisah, jiwaku?
Janganlah ‘kau putus asa,
Tuhanlah harapanmu.
‘Kan ‘ku pujilah terus
kuasa Allah yang kudus.
Kar’na itulah hentikan
keluhanmu dan rintihan.

NKB. No.146 – Hakim dalam T’rang Abadi Lyrics

Lirik Nyanyian Kidung Baru 146 Hakim dalam T’rang Abadi

1. Hakim dalam t’rang abadi, Raja mahamulia,
Surya kebenaran kami, bumiMu tahirlah.
B’ri sejahtera sorgawi dan sembuhkan dunia!

2. Rindulah seluruh makhluk menantikan saatMu;
bumi jangan lagi takluk pada kodrat yang semu.
B’rilah damai dan berkatMu, ganti duka dan keluh.

3. Nyatakan kekuasaanMu; kegelapan halaulah
dan dengan pedang firmanMu bawalah sejahtera.
Dikuduskanlah namaMu di seluruh dunia!

NKB. No.145 – Hai Dengar Nyanyian Suci Lyrics

Lirik Nyanyian Kidung Baru 145 Hai Dengar Nyanyian Suci

1. Hai dengar nyanyian suci di pesisir laut kristal;
Haleluya, haleluya, pujilah Allah yang kekal!
Tak terbilang yang bernyanyi bagai bintang banyaknya,
berpakaian jubah putih, palma dalam tangannya.

2. Kaum leluhur, nabi, raja, yang menanti Almasih,
rasul, martir dan penginjil yang bersaksi, berjerih,
para pendahulu kita yang berdoa tak lelah,
kini mengagungkan Tuhan, bersyukur kepadaNya.

3. JWaktu usai kesusahan dibersihkan jubahnya
dalam darah Anak Domba, Penebus yang mulia;
dari siksa dan penjara, penghinaan dan pedang,
atas iblis pun mereka dalam Kristus t’lah menang.

4. Berpegangkan panji salib laskar jaya dan megah
ikut Dikau, Jurus’lamat, Raja dan Panglimanya,
ikut Dikau menderita, riang dan tetap teguh,
ikut Dikau dalam maut, ikut dalam hidupMu.

5. Kini mulia mereka, kini jalannya cerah,
kini diberi padanya air hidup yang baka;
kasih kurnia abadi, kebenaran yang teguh,
dalam sinar Sang Tritunggal dinikmatinya penuh.

6. Putra Tunggal Tuhan Allah, Cahya dari T’rang kekal,
Pemersatu kawananMu, tubuhMu, Imanuel,
O, curahkan pada kami kepenuhanMu terus,
hingga kami muliakan Bapa, Putra, Roh Kudus.